Sulit hati ini untuk menerima kenyataan
Waktu membentur menghempaskan jarak
Tidak ada lagi kepercayaanmu
Karna jarak itu menyesakkanku
Takut,bahkan untuk menghela nafas
Apalagi yang aku perjuangkan?
Untuk apa lagi?
Tak ada yang bisa menjawab
Bahkan tiap renungan hanyalah kosong
Renungan sejak waktu dan jarak itu
Tak ada yang tahu rasanya dan tak akan pernah ada
Karna hanya aku yang boleh merasakannya
Bukan dia
Meski tiap memulai serpihan baru
Akan selalu ada serpihan lama tertinggal
Dan semakin lama tak ada lagi yang bisa dipercaya
Tentan cinta, tentang kepercayaan, tentang waktu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar